PAKAR Biomolekuler dari Surabaya Dr Drh CA Nidom MS menyatakan penyakit Flu Burung akibat virus avian influenza (AI) dapat dicegah dan disembuhkan dengan pengobatan tradisional melalui berbagai tanaman dan tumbuh-rumbuhan (herbal
medicine) seperti temulawak, kunyit,dan lidah buaya (Aloe vera).Upaya pencegahan dan penanggulangan virus flu burung
sebetulnya relatif mudah dilakukan dan tidak memerlukan penerapan teknologi yang tinggi,” kata dosen FKH Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dia juga menjelaskan bahwa struktur virus AI sebenarnya dapat rusak hanya dengan sabun (deterjen). Virus AI sangat peka dengan seluruh jenis disinfektan, termasuk biodesinfektan sehingga tidak memerlukan terknologi tinggi untuk menghambat virus tersebut.
Pengobatan dengam herbal juga dapat menghancurkan virus tersebut. Temulawak dan kunyit bisa dikonsumsi dalam bentuk minuman untuk mencegah peningkatan konsentrasi sitokin dalam tubuh akibat inveksi virus AI dengan sub tipe H5N1. Temulawak dan kunyit ini sangat efektif karena kandungan curcuma yang ada pada keduanya berpotensi sebagai inhibitor terhadap sintesis sitokin,” katanya. Hal sama juga terdapat pada tanaman lidah buaya. “Lidah buaya memiliki kandungan emodin dan scutellaria yang berfungsi sebagai antiviral. Bahan itu mampu menghancurkan enzim yang terdapat pada virus flu burung.
Namun, formulasi herbal medicine yang tepat sampai saat ini masih menunggu para peneliti dari Fakultas Farmasi untuk merumuskannya,sehingga dapat digunakan menanggulangi virus flu burung.Sedangkan infeksi flu burung pada manusia, beliau menilai hal itu bersumber dari sektor peternakan, karena itu penyelesaiannya harus bersifat terintegrasi dan terkoordinasi antar instansi. Departemen Pertanian sudah menetapkan sembilan langkah strategis guna menangani erebaknya virus itu, diantaranya biosekuriti yang ketat, depoluasi, vaksinasi,pengendalian lalu lintas, surveilians,
penelusuran, dan public awareness melalui restocking, stamping out di daerah yang baru tertular, serta monitoring dan evaluasi. Selain itu,Departemen Kesehatan juga sudah menetapkan langkah penanggunalan virus flu burung, antara lain mencegah infeksi baru pada hewan/unggas, melindungi kelompok beresiko tinggi dengan biosekuriti, strategi surveilans sebagaimana diterapkan Deptan dan strategi komunikasi, informasi serta edukasi.
Depkes juga mengeluarkan strategi menajemen kasus dan pengendalian infeksi di sarana kesehatan, peningkatan studi/
penelitian kesehatan, dan menyatakan bahwa flu burung merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam skala nasional ehingga setiap orang harus benar-benar waspada.
28 Feb 2011
Pengobatan Tradisional untuk Menyembuhkan Flu Burung
MAREK’S... PENANGGULANGANNYA
kerugian akibat Marek’s dapat berupa kematian atau gangguan performance ayam. Ayam yang terkontaminasi virus Marek’s, daya tahan tubuhnya akan tertekan/menurunnya respon kekebalan (imunosupresi) sehingga ayam peka terhadap infeksi mikroorganisme lain. Infeksi Marek’s ini ditularkan secara horisontal. Biasanya disebarkan lewat debu atau kotoran ayam yang tertular.
Penyakit Marek’s biasa menyerang :
• Ayam muda (umur kurang dari 2 minggu).
• Flok yang terserang tidak mempunyai zat kebal induk yang cukup.
• Strain ayam yang rentan terhadap Marek’s.
Langkah-langkah yang dibutuhkan
untuk menanggulanginya :
• Tingkatkan sanitasi dan biosekuriti.
• Sebaiknya pilih strain ayam lebih tahan terhadap penyakit Marek’s.
• Lakukan manajemen pemeliharaan yang baik.
• Lakukan kontrol yang baik terhadap kasus imunosupresi lainnya (seperti IBD).
• Berikan vaksinasi Marek’s sebelum ayam terkena virus Marek’s.
• Pemberian pakan dengan nutrisi yang bagus dan bebas parasit/menimbulkan penyakit.
• Jika suatu peternakan memiliki masalah penyakit Marek’s, salah satu solusinya adalah lakukan depopulasi,
sanitasi dan desinfektan seluruh bagian kandang dan peralatan dan biarkan kandang beberapa bulan (istirahat kandang). Vaksinasi virus Marek’s akan lebih baik dilakukan di hatchery.
Roli Sofwah H, TS & D, CPI Jakarta .The State of Queensland (Department of Primary Industries and Fisheries) 2005,
Penyakit Marek’s biasa menyerang :
• Ayam muda (umur kurang dari 2 minggu).
• Flok yang terserang tidak mempunyai zat kebal induk yang cukup.
• Strain ayam yang rentan terhadap Marek’s.
Langkah-langkah yang dibutuhkan
untuk menanggulanginya :
• Tingkatkan sanitasi dan biosekuriti.
• Sebaiknya pilih strain ayam lebih tahan terhadap penyakit Marek’s.
• Lakukan manajemen pemeliharaan yang baik.
• Lakukan kontrol yang baik terhadap kasus imunosupresi lainnya (seperti IBD).
• Berikan vaksinasi Marek’s sebelum ayam terkena virus Marek’s.
• Pemberian pakan dengan nutrisi yang bagus dan bebas parasit/menimbulkan penyakit.
• Jika suatu peternakan memiliki masalah penyakit Marek’s, salah satu solusinya adalah lakukan depopulasi,
sanitasi dan desinfektan seluruh bagian kandang dan peralatan dan biarkan kandang beberapa bulan (istirahat kandang). Vaksinasi virus Marek’s akan lebih baik dilakukan di hatchery.
Roli Sofwah H, TS & D, CPI Jakarta .The State of Queensland (Department of Primary Industries and Fisheries) 2005,
Menghitung Kebutuhan Air untuk Vaksin Melalui Air Minum
Beberapa kendala yang biasa didapatkan atau ditemukan dilapangan oleh beberapa
peternak yakni teknik atau cara menentukan kebutuhan air untuk vaksin melalui air
minum. Pertama-tama yang harus diketahui oleh seorang peternak adalah kebutuhan air
minum yang normal untuk broiler.
Tabel 1. Kebutuhan Air Minum Pada Broiler ( Temperatur 32,5°C ) Per 1000 Ekor
No Umur ( Minggu ) Kebutuhan Air Minum ( Liter )
1 1 27
2 2 100
3 3 172
4 4 271
5 5 334
Dari Tabel 1 diatas dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan kebutuhan jumlah
air minum untuk vaksin melalui air minum.
Jumlah Kebutuhan Air Untuk Vaksin =
8
A ( Liter)
Keterangan :
A = Jumlah Kebutuhan Air Minum ( Sesuaikan Dengan Umur Ayam,Lihat Tabel 1 ).
8 = konstanta
Contoh :
- Si Amir mempunyai ayam broiler 2000 ekor,yang berumur 13 hari. Pada hari ke – 14 Si Amir
sudah membuat program untuk vaksin gumboro ( Vaksin IBD ). Berapa liter air yang harus
dipakai oleh Si Amir jika ia mau melaksanakan vaksin gumboro melalui air minum?
- Jawab :
Dari Tabel 1 didapatkan bahwa kebutuhan air minum per 1000 ekor adalah 100 liter untuk
minggu kedua ( 14 Hari ), jadi total kebutuhan air minum adalah sebesar 200 liter.
Air minum yang dibutuhkan oleh Si Amir untuk vaksin gumboro di umur 14 hari adalah :
8
200
= 25 Liter.
Syahrir Akil, Manager TS & D, PT Charoen Pokphand Indonesia Jakarta
BULETIN CP. NOPEMBER 2005
peternak yakni teknik atau cara menentukan kebutuhan air untuk vaksin melalui air
minum. Pertama-tama yang harus diketahui oleh seorang peternak adalah kebutuhan air
minum yang normal untuk broiler.
Tabel 1. Kebutuhan Air Minum Pada Broiler ( Temperatur 32,5°C ) Per 1000 Ekor
No Umur ( Minggu ) Kebutuhan Air Minum ( Liter )
1 1 27
2 2 100
3 3 172
4 4 271
5 5 334
Dari Tabel 1 diatas dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan kebutuhan jumlah
air minum untuk vaksin melalui air minum.
Jumlah Kebutuhan Air Untuk Vaksin =
8
A ( Liter)
Keterangan :
A = Jumlah Kebutuhan Air Minum ( Sesuaikan Dengan Umur Ayam,Lihat Tabel 1 ).
8 = konstanta
Contoh :
- Si Amir mempunyai ayam broiler 2000 ekor,yang berumur 13 hari. Pada hari ke – 14 Si Amir
sudah membuat program untuk vaksin gumboro ( Vaksin IBD ). Berapa liter air yang harus
dipakai oleh Si Amir jika ia mau melaksanakan vaksin gumboro melalui air minum?
- Jawab :
Dari Tabel 1 didapatkan bahwa kebutuhan air minum per 1000 ekor adalah 100 liter untuk
minggu kedua ( 14 Hari ), jadi total kebutuhan air minum adalah sebesar 200 liter.
Air minum yang dibutuhkan oleh Si Amir untuk vaksin gumboro di umur 14 hari adalah :
8
200
= 25 Liter.
Syahrir Akil, Manager TS & D, PT Charoen Pokphand Indonesia Jakarta
BULETIN CP. NOPEMBER 2005
Langganan:
Postingan (Atom)